PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PASIEN TN. T DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA SADEWA RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DIY

PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PASIEN TN. T DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA SADEWA RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DIY
2022-12-06
en
Experiment
text
PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PASIEN TN. T DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA SADEWA RSJ GRHASIA Fajar Nurdiyaningsih1), Budhy Ermawan 2), Sutejo 3) Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Titibumi No. 3 Banyuraden, Gamping, Sleman D.I Yogyakarta Email:fajarnurdiyan@yahoo.co.id ABSTRAK Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien skizofrenia. Risiko perilaku kekerasaan ini bisa terjadi selama pasien dirawat di rumah sakit maupun saat berada dirumah. Risiko perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Risiko perilaku kekerasaan bila tidak dilakukan penatalaksanan yang baik akan menjadi perilaku kekerasan yang membahayakan pasien, orang lain dan lingkungan. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol marah salah satunya adalah relaksasi. Relaksasi otot progresif bisa menjadi acuan untuk penatalaksanaan relaksasi pada pasien risiko perilaku kekerasan. Relaksasi Otot Progresif ini memberikan banyak manfaat, yaitu menurunkan ketegangan otot, memberikan rasa nyaman, dan mengurangi depresi. Tujuan Penelitian: Menerapkan dan menganalisa tindakan relaksasi otot progresif pada pasien Tn.T dengan risiko perilaku kekerasan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan sesuai SIKI dan Evidence Based Nursing. Metode: Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dalam penerapan relaksasi otot progresif Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama satu kali pertemuan selama empat hari dengan menerapkan intervensi keperawatan relaksasi otot progresif, pencegahan perilaku kekerasan, dukungan kepatuhan pengobatan dan dukungan koping keluarga, pasien bisa mengendalikan marahnya sesuai luaran dalam SLKI. Kesimpulan: Evaluasi akhir setelah impelementasi yang dilakukan pada Tn.T dengan masalah utama risiko perilaku kekerasan teratasi sebagian, ketidak patuhan dan penurunan dukungan keluarga teratasi penuh. Relaksasi otot progresif dapat menurunkan marah dan ketegangan pada Tn.T Kata Kunci : Relaksasi Otot Progresif, Risiko Perilaku kekerasan, Skizofrenia 1)Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2)3)Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta THE APPLICATION OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION IN PATIENTS MR. T WITH THE RISK OF VIOLENT BEHAVIOR IN SADEWA’S ROOM GRHASIA PSYCHIATRIC HOSPITAL Fajar Nurdiyaningsih1), Budhy Ermawan 2), Sutejo 3) Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Titibumi No. 3 Banyuraden, Gamping, Sleman D.I Yogyakarta Email:fajarnurdiyan@yahoo.co.id ABSTRACT Background : The risk of violent behavior is a nursing diagnosis that often appears in schizophrenia. The risk of violent behavior can occur while the patient is being treated in the hospital or while at home. Violent behavior is a maladaptive response to anger. The risk of violent behavior if proper management is not carried out will become violent behavior that endangers patients, other people and the environment. Nursing treatment for anger management that can be given to patients is relaxation. Progressive muscle relaxation can be a reference for managing relaxation in patients with the risk of violent behavior. The benefits of progressive muscle relaxation are reducing muscle tension, providing a sense of comfort, and reducing depression. Research Objectives: To analyze the application of progressive muscle relaxation in patients with the risk of violent behavior by using the SIKI and Evidence-Based Nursing as a reference in providing care Methods: Case study with nursing care approach in applying progressive muscle relaxation. Results: After nursing actions were carried out for one meeting over five days by applying nursing interventions: progressive muscle relaxation, treatment program compliance support, and family support, the patient can manage his anger according to the SLKI outputs. Conclusion: The final evaluation obtained after the implementation was carried out on Mr. T with the main problems of risk of violent behavior being partially resolved, non-compliance, and decreased family coping being fully resolved. Progressive muscle relaxation can reduce anger and tension in Mr.T Keywords: Progressive Muscle Relaxation, Risk Of Violent Behavior, Schizophrenia 1) Yogyakarta Ministry of Health Poltekkes Students 2)3)Lecturer of Poltekkes Ministry of Health Yogyakarta