PENGGUNAAN SERUM PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR > 250 MG/DL YANG DISIMPAN 7 HARI SUHU 2-8°C PADA TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) UNTUK KONFIRMASI PEMERIKSAAN UREUM

PENGGUNAAN SERUM PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR > 250 MG/DL YANG DISIMPAN 7 HARI SUHU 2-8°C PADA TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) UNTUK KONFIRMASI PEMERIKSAAN UREUM
2025-05-19
en
Thesis
text
Latar Belakang: Penderita diabetes melitus berisiko mengalami gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum darah. Pemeriksaan kadar ureum dipengaruhi oleh tahap pra-analitik, terutama terkait penyimpanan spesimen. Penyimpanan serum pada tabung serum separator tube (SST) tidak dilakukan pemisahan serum dari bekuan darah. Penyimpanan serum harus dilakukan dengan baik dan benar untuk menghindari terjadinya penurunan kualitas sampel. Tujuan: Mengetahui serum pasien diabetes melitus dengan kadar > 250 mg/dL yang disimpan dalam serum separator tube (SST) selama 7 hari pada suhu 2-8°C dapat digunakan untuk konfirmasi pemeriksaan kadar ureum. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-experimen dengan desain penelitian static group comparison. Sampel penelitian ini sebanyak 30 sampel serum sisa pasien rawat jalan Rumah Sakit PKU Muhammadyah Yogyakarta. Hasil: Rerata kadar ureum yang segera diperiksa (102.09 mg/dL), rerata kadar ureum yang disimpan selama 7 hari pada suhu 2-8°C (101.31 mg/dL). Persentase selisih hasil pemeriksaan kadar ureum yang segera diperiksa dan yang disimpan selama 7 hari pada suhu 2-8°C sebesar 0.76%. Perbedaan kadar ureum dianalisis statistik dengan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikansi (Asymp. Sig) 0.643 (p ≥ 0.05) Kesimpulan: Dapat melakukan pemeriksaan kadar ureum menggunakan serum pasien diabetes melitus dengan kadar > 250 mg/dL dalam tabung separator yang segera diperiksa dan 7 hari disimpan pada suhu 2-8°C. Kata Kunci: Kadar Ureum, Penyimpanan Serum, Serum Pasien Diabetes Melitus