PEMAKAIAN GIEMSA 10% SECARA BERULANG PADA PEWARNAAN SEDIAAN APUS DARAH TEPI (SADT) MENGGUNAKAN CHAMBER STAIN

PEMAKAIAN GIEMSA 10% SECARA BERULANG PADA PEWARNAAN SEDIAAN APUS DARAH TEPI (SADT) MENGGUNAKAN CHAMBER STAIN
2025-04-29
id
Thesis
text
Latar Belakang: Pewarnaan Giemsa merupakan teknik penting dalam pemeriksaan Sediaan Apus Darah Tepi (SADT). Teknik konvensional sering kali menyebabkan pemborosan reagen dan hasil yang tidak merata karena pengendapan pewarna. Chamber stain merupakan alat inovatif yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pewarnaan. Tujuan: Mengetahui efektivitas dan efisiensi penggunaan Giemsa 15% secara berulang dalam Chamber stain pada pewarnaan SADT dibandingkan metode konvensional, serta mengetahui apakah pemakaian Giemsa secara berulang dalam Chamber stain mempengaruhi kualitas hasil pewarnaan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan posttest-only control group design. Sampel berupa darah vena EDTA dari mahasiswa Semester 6 Program Studi Diploma 3 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dilakukan dua metode pewarnaan: konvensional dan Chamber stain. Penilaian dilakukan secara mikroskopis oleh dua Ahli Teknologi Laboratorium Medis. Hasil: pewarnaan giemsa 10% pada sediaan apus darah tepi menggunakan chamber stain dan teknik konvensional tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil menunjukkan pewarnaan dengan Chamber stain hingga hari ke-4 tetap memberikan kualitas hasil yang baik dan mulai mengalami penurunan pada hari ke-5. Kesimpulan: Pewarnaan Giemsa 10% secara berulang menggunakan Chamber stain efektif dan efisien untuk digunakan. Chamber stain terbukti lebih efisien dalam penggunaan reagen dan waktu dibandingkan metode konvensional, serta mampu menghasilkan kualitas mikroskopis yang setara selama penggunaan berulang dalam batas tertentu. Kata kunci: Sediaan Apus Darah Tepi, Giemsa, Chamber stain, efisiensi dan efektivitas.