UJI BANDING METODE DIFUSI SUMURAN DAN CAKRAM PADA PEMERIKSAAN SENSITIVITAS BAKTERI Klebsiella pneumoniae TERHADAP ANTIBIOTIK MEROPENEM
UJI BANDING METODE DIFUSI SUMURAN DAN CAKRAM PADA PEMERIKSAAN SENSITIVITAS BAKTERI Klebsiella pneumoniae TERHADAP ANTIBIOTIK MEROPENEM
2025-05-23
en
Thesis
text
Latar Belakang: Infeksi Klebsiella pneumoniae sering terjadi di rumah sakit karena bakteri ini dapat bertahan di permukaan benda medis. Salah satu tantangan dalam penanganan infeksi Klebsiella pneumoniae adalah munculnya resistansi antibiotik seperti meropenem yang sering digunakan untuk infeksi berat. Terdapat dua metode difusi yang dapat digunakan untuk menguji sensitivitas antibiotik yaitu metode difusi cakram dan metode difusi sumuran. Metode difusi cakram merupakan teknik standar untuk menguji sensitivita sedangkan metode difusi sumuran mulai digunakan karena diduga menghasilkan zona hambat yang lebih luas. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk membandingkan sensitivitas kedua metode difusi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan rerata hasil zona hambat metode difusi sumuran dan cakram pada uji sensitivitas Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik meropenem. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adala penelitian eksperimen murni dengan rancangan Post – test Only Control Group Design yang melibatkan kelompok pembanding (kontrol) dan observasi. Analisis data dilakukan dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil: Rerata diameter zona hambat metode difusi sumuran sebesar 28,3 mm. Rerata diameter zona hambat metode difusi cakram sebesar 29,4 mm. Hasil uji Independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) 0,000 (< 0,05) yang berarti ada perbedaan signifikan antara kedua metode. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata hasil zona hambat metode difusi sumuran dan cakram pada uji sensitivitas Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik meropenem. Kata Kunci: Metode difusi sumuran, metode difusi cakram, meropenem, Klebsiella pneumoniae