PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MASA PEMBEKUAN DARAH (CLOTTING TIME) PADA DIAMETER TABUNG REAKSI 7,5 MILIMETER DAN 10 MILIMETER METODE LEE AND WHITE
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MASA PEMBEKUAN DARAH (CLOTTING TIME) PADA DIAMETER TABUNG REAKSI 7,5 MILIMETER DAN 10 MILIMETER METODE LEE AND WHITE
2025-05-15
id
Thesis
text
Latar Belakang: Hemostasis adalah mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan secara spontan agar tidak kehilangan darah terlalu banyak bila terjadi luka pada pembuluh darah sehingga darah tetap cair dan mengalir secara lancar. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengetahui penyebab gangguan mekanisme kerja dari sistem hemostasis yaitu melalui pemeriksaan laboratorium dengan melakukan pengukuran masa pembekuan darah. Standar diameter tabung reaksi untuk pemeriksaan masa pembekuan darah (clotting time) yaitu 7 mm – 8 mm. Namun saat di lapangan, praktik penggunaanya masih ada yang memakai tabung reaksi dengan diameter diatas 7 mm – 8 mm sehingga hal itu bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan hasil dan rerata pemeriksaan masa pembekuan darah (clotting time) menggunakan tabung reaksi diameter 7,5 mm dan 10 mm metode Lee and White.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre-Experimental Design. Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Diploma III Semester 6 kelas B Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuota sampling. Uji statistic menggunakan Uji Paired Samples t Test.
Hasil Penelitian: Rerata hasil pemeriksaan clotting time menggunakan tabung reaksi diameter 7,5 mm sebesar 17,3 menit dan rerata hasil pemeriksaan clotting time pada tabung reaksi 10 mm sebesar 21,7 menit. Hasil uji Paired Sampel t Test menunjukkan nilai sig 0,900 (p <0,05)
Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil masa pembekuan darah pada tabung reaksi diameter 7,5 mm dan tabung reaksi diameter 10 mm.
Kata Kunci: Clotting time, Tabung reaksi, Diameter, Lee and White