PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA SAMPEL DARAH DALAM TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) YANG SEGERA DISENTRIFUS DAN DIDIAMKAN SELAMA 30 MENIT SEBELUM DISENTRIFUS

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA SAMPEL DARAH DALAM TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) YANG SEGERA DISENTRIFUS DAN DIDIAMKAN SELAMA 30 MENIT SEBELUM DISENTRIFUS
2025-05-14
id
Thesis
text
Latar belakang : Teknologi laboratorium medis telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, laboratorium klinik memainkan peran vital dalam sistem pelayanan Kesehatan, Salah satu pemeriksaan penting dalam laboratorium kimia klinik adalah kadar asam urat, penundaan pemeriksaan di laboratorium klinik puskesmas maupun laboratorium rumah sakit sering terjadi akibat beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain tingginya jumlah sampel yang harus diproses. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada sampel darah dalam tabung Serum Separator Tube (SST) yang segera disentrifugasi dan didiamkan selama 30 menit sebelum disentrifus. Metode : Metode penelitian ini adalah studi pre-eksperimental dengan desain pre-post test. Sampel darah dari sejumlah responden dibagi menjadi dua kelompok perlakuan: (1) disentrifus segera, dan (2) didiamkan 30 menit sebelum disentrifus. Kadar asam urat diukur menggunakan metode enzimatik pada kedua perlakuan, kemudian dibandingkan secara statistik menggunakan uji t berpasangan. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat pada sampel darah dalam tabung SST yang segera disentrifus dan yang didiamkan selama 30 menit. Kesimpulan : Penundaan waktu sentrifugasi selama 30 menit pada tabung SST dapat memengaruhi kadar asam urat dalam sampel, sehingga waktu penanganan praanalitik perlu diperhatikan guna menjaga keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium. Kata kunci : Asam urat, Serum Separator Tube (SST), Sentrifus, Penundaan, Stabilitas sampel.