ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. W USIA 32 TAHUN G2P1AB0AH1 DENGAN PARTUS PRESIPITATUS DI PUSKESMAS GODEAN I
ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. W USIA 32 TAHUN G2P1AB0AH1 DENGAN PARTUS PRESIPITATUS DI PUSKESMAS GODEAN I
2025-05-26
en
Thesis
text
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai tingkat kesehatan suatu negara. Di Indonesia, AKI tahun 2023 mencapai 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup, dengan total 4.482 kasus. Di daerah seperti DIY dan Kabupaten Sleman, kasus kematian ibu dan bayi masih terjadi, yang disebabkan oleh kondisi seperti perdarahan, pre-eklamsia, dan infeksi COVID-19. Selain itu, partus presipitatus atau persalinan yang berlangsung terlalu cepat juga menjadi salah satu penyebab kegawatdaruratan obstetri, yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti perdarahan dan asfiksia, yang turut berkontribusi pada tingginya AKI dan AKB.
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, diperlukan pendekatan berkelanjutan seperti Continuity of Care (COC). Pendekatan ini menekankan pentingnya hubungan yang konsisten antara ibu dan tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam seluruh tahapan kehamilan hingga pascapersalinan. Continuity of Care memberikan layanan menyeluruh yang dapat meningkatkan pemantauan kesehatan ibu dan bayi, memberdayakan perempuan, serta memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan COC, diharapkan mutu pelayanan meningkat dan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan dapat diminimalkan.