TUGAS AKHIR ASUHAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITIY OF CARE/COC) PADA NY. I USIA 28 TAHUN G2P1Ab0AH1 DENGAN KEK DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS PLERET
TUGAS AKHIR ASUHAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITIY OF CARE/COC) PADA NY. I USIA 28 TAHUN G2P1Ab0AH1 DENGAN KEK DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS PLERET
2025-05-21
id
Thesis
text
Status gizi ibu hamil merupakan variabel penting dalam menentukan pertumbuhan janin. Status gizi ibu hamil akan berdampak pada berat badan lahir, angka kematian perinatal, keadaan kesehatan perinatal, dan pertumbuhan bayi setelah kelahiran. Situasi status gizi ibu hamil sering digambarkan melalui
prevalensi anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan bahwa prevalensi KEK pada ibu hamil sesuai indikator pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm sebesar 16,9%.
Pada saat melakukan asuhan kehamilan pada Ny. I, ditemukan
permasalahan bahwa Ny. I mengalami KEK. Pada tanggal 3 April 2025, ibu bersalin di PMB Emi secara spontan pada pukul 22.15 WIB. Kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik, tidak ada komplikasi Selama proses persalinan. Bayi lahir spontan, segera menangis dengan berat 3300gram dan panjang 49 cm. selama masa nifas dan neonatus, tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi. Ibu memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi implan tetapi hingga saat ini belum melakukan pemasangan dikarenakan takut. Hal ini didukung oleh belum pernahnya
ibu menggunakan alat kontrasepsi dari awal menikah, ibu hanya menggunakan kondom sebagai pengaman dan metode kalender untuk menjarakkan kehamilan. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil multigravida dengan KEK. Pada persalinan, tidak terdapat komplikasi ataupun penyulit. Kemudian pada masa nifas dan neonatus, ibu dan bayi dalam keadaan normal dan baik. Alat kontrasepsi yang akan digunakan adalah implan tetapi untuk saat ini masih menggunakan kondom dan menggunakan metode MAL. Saran untuk bidan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan asuhan berkesinambungan agar terpantaunya kondisi ibu dan janin.