ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. L USIA 36 TAHUN DENGAN ANEMIA RINGAN HEMOROID GRADE 3 DAN RIWAYAT SC OLEH KARENA DKP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIYUNGAN
ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. L USIA 36 TAHUN DENGAN ANEMIA RINGAN HEMOROID GRADE 3 DAN RIWAYAT SC OLEH KARENA DKP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIYUNGAN
2025-05-22
id
Thesis
text
Jumlah persalinan yang dilakukan di RS (Rumah Sakit) bulan Januari-Desember tahun 2022 di DIY sebanyak 22.073, dengan rincian sebagai berikut, Sleman sebanyak 7.615 (34,4%), Bantul 7.148 (32,3%), Gunungkidul 3.424 (15,5%), Kulon Progo sebanyak 2.207 (9,9%), Kota Yogyakarta 1.679 (7,6%) Kabupaten Sleman menempati urutan pertama dari jumlah persalinan di DIY.
Berdasarkan Profil Kesehatan DIY tahun 2021, Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Untuk membantu mengurangi AKI dan AKB maka peran tenaga kesehatan khususnya bidan sangat penting terutama dalam mendeteksi adanya penyulit pada masa kehamilan, bersalin, nifas serta perawatan bayi baru lahir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan bermutu kepada ibu dan bayi dalam lingkup kebidanan adalah melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif (continuity of care).
Ny. L Usia 36 Tahun G2P21b0Ah1 pendampingan pertama dilakukan pada 18 Maret 2025 saat usia kehamilan 37 minggu di Puskesmas Piyungan. Selama kehamilan di trimester pertama ibu mengalami hiperemesis gravidarum. Pada saat kunjungan ANC ditemukan ibu mengalami anemia ringan, hemorroid grade 3 dan riwayat sc. Hasil USG dokter Spesialis kandungn, Ny.L mengalami CPD sehingga saat proses persalinan dilakukan di rumah sakit melalui operasi sectio caesarea. Bayi lahir sehat dengan BB (3080 gram), dikarenakan ibu mengalami persalinan dengan operasi sectio caesarea sehingga bayi dilakukan perawatan diruang perinatal kemudian dilakukan rawat gabung sampai 2 hari di RSUD Prambanan dan pada hari ke 3 ibu diperbolehkan pulang karena ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Ibu memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD dan dipasang saat menjalani operasi sectio caesarea. Pemantauan keadaan ibu dan bayi dilakukan melalui kunjungan nifas dan kunjungan neonatus yang dilakukan melalui whatshapp dan kunjungan rumah untuk memastikan ibu dan bayi dalam keadaan sehat
Asuhan berkesinambungan telah diberikan pada Ny. L dengan kehamilan hingga selesai masa nifasnya sehingga ibu tidak mengalami komplikasi. Keadaan ibu dan bayi dalam batas normal tidak didapatkan adanya masalah yang patologis. Harapan setelah dilakukan asuhan berkesinambungan ini adalah dilakukannya asuhan berkesinambungan dengan melibatkan SDM terkait sehingga ibu hamil yang memiliki faktor risiko mendapatkan pelayanan yang menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan.