PERBEDAAN KADAR UREUM DENGAN SERUM DAN
PLASMA K2EDTA PADA PASIEN PRE-HEMODIALISA
PERBEDAAN KADAR UREUM DENGAN SERUM DAN
PLASMA K2EDTA PADA PASIEN PRE-HEMODIALISA
2025-05-22
id
Thesis
text
ABSTRAK
Latar Belakang : Kadar ureum merupakan salah satu parameter penting dalam
menilai fungsi ginjal dan status metabolik pasien, khususnya pasien dengan
gangguan fungsi ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Pemeriksaan
kimia klinik umumnya menggunakan sampel serum. Dalam kondisi tertentu, seperti
keterbatasan jenis tabung atau kebutuhan akan pemeriksaan hematologi dan kimia
klinik secara bersamaan, penggunaan tabung K2EDTA dapat memberikan
fleksibilitas tanpa menurunkan keakuratan hasil ureum.
Tujuan : Mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pemeriksaan kadar ureum
dengan serum dan plasma K2EDTA pada pasien pre-hemodialisa.
Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross
sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 sampel. Teknik pengambilan
sampel dilakukan dengan Purposive sampling . Data yang diperoleh dianalisis
secara deskriptif dan uji statistik Independen-Sample T Test.
Hasil : Rerata kadar ureum pada sampel serum sebesar 130,32 mg/dL , sementara
pada plasma K2EDTA sebesar 128,25 mg/dL dengan selisih rerata 2,07 mg/dL
setara 1.58%. Hasil uji Independent-Sample T Test didapat nilai sig 0.814.
Kesimpulan : Berdasarkan uji statistik nilai p ≥ 0.05 yang berarti tidak ada
perbedaan yang signifikan secara klinis antara kedua sampel yang digunakan.
Penggunaan plasma K2EDTA dapat digunakan sebagai alternatif dalam
pemeriksaan kadar ureum .
Kata Kunci : kadar ureum, serum, plasma K2EDTA