ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. P USIA 36 TAHUN G2P1A0AH1 36 MINGGU 2 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA DI WILAYAH PUSKESMAS GALUR II

ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. P USIA 36 TAHUN G2P1A0AH1 36 MINGGU 2 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA DI WILAYAH PUSKESMAS GALUR II
2025-05-23
id
Thesis
text
World Health Organization (2019) mencatat angka kematian ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu yang disebabkan oleh proses kehamilan, persalinan, dan pasca bersalin yang dijadikan sebagai indikator utama dalam derajat kesehatan perempuan atau keberhasilan program kesehatan ibu. Angka kematian ibu (AKI) termasuk dalam target pencapaian Substainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejaterah.Program yang diusung untuk mewujudkan SDGs dalam bidang kesehatan adalah program Indonesia sehat, salah satu targetnya adalah mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (Dinkes DIY 2021) Upaya untuk membantu mengurangi AKI dan AKB maka peran tenaga kesehatan khususnya bidan sangat penting terutama dalam mendeteksi adanya penyulit pada masa kehamilan, bersalin, nifas serta perawatan bayi baru lahir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan bermutu kepada ibu dan bayi dalam lingkup kebidanan adalah melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif (continuity of care). Kontak pertama dengan Ny. P dilakukan pada tanggal 3 Maret 2025, pada saat klien melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Galur 2 usia kehamilan 36 minggu 2 hari. Ny. P melakukan ANC sejak usia kehamilan 6 minggu di Puskesmas Galur I. Ibu ada riwayat hipertensi dari orang tua. Riwayat persalinan sebelumnya melahirkan secara spontan, di Bidan. Ibu ditemukan ada hipertensi dengan TD: 131/91 mmHg dengan protein urin +1, sehingga Ibu dilakukan rujukan ke RS Nyi Ageng Serang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kunjungan yang kedua dilakukan pada tanggal 26 Maret 2025, di Rumah Ny. P, Ibu mengatakan sudah melakukan pemeriksaan ke RS Nyi Ageng Serang dan dianjurkan untuk kembali kontrol dan selanjutkan Ny. P melakukan pemeriksaan lanjutan di RS Nyi Ageng Serang. Tanggal 28 Maret 2025 Jam 10.39 ibu melahirkan secara SC atas indikasi PEB Induksi gagal, Perempuan dengan berat lahir 2630 gram, PB: 46,5 cm, LK: 32 cm, langsung menangis. Ny. P dilakukan menajemen PEB dengan pemberian MgS04 sebangai anti kejang dan obat antihipertensi. Pada kunjungan Neonatus hari ke 7 bayi kondisinya sehat, tidak mengalami ikterus, dan berat badan sudah naik. Kunjungan dilakukan sesuai teori yaitu kunjungan bayi KN1 hingga KN3, kunjungan nifas KF1 sampai KF4. Ibu ber KB dihari ke 42 dan memilih untuk KB IUD.