Uji Banding Metode Tes Cepat Molekuler dan Mikroskopis dalam Diagnosa dan Penanganan TB Paru di Puskesmas Banjarharjo Brebes Jawa Tengah

Uji Banding Metode Tes Cepat Molekuler dan Mikroskopis dalam Diagnosa dan Penanganan TB Paru di Puskesmas Banjarharjo Brebes Jawa Tengah
2025-05-23
id
Thesis
text
Latar Belakang: Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis penyakit. Dalam konteks penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB), ATLM berperan strategis dalam mendeteksi dan mengonfirmasi diagnosis melalui berbagai metode pemeriksaan. Dua metode utama diagnosis TB adalah Tes Cepat Molekuler (TCM) dan mikroskopis BTA. TCM unggul dalam kecepatan dan sensitivitas, namun BTA tetap digunakan karena sederhana dan murah. Penelitian ini bertujuan membandingkan kedua metode untuk mendukung diagnosis TB paru lebih akurat dalam pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Mengetahui kesesuaian metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dan mikroskopis dalam diagnosis dan penanganan TB Paru dengan menilai sensitivitas, spesifisitas, akurasi, serta pravelensi kasus positif dan peran TCM dalam deteksi dini dan resistensi terhadap rifampisin. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 90 sampel pasien terduga TB Paru di Puskesmas Banjarharjo. Pemeriksaan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dan mikroskopis. Data dianalisis untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi. Uji Kappa untuk menilai tingkat kesesuaian hasil kedua metode dan uji McNemar untuk menguji perbedaan proporsi hasil positif antara kedua metode. Hasil: Penelitian ini menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat baik antara metode TCM dan mikroskopis dengan nilai koefisien Kappa sebesar 0,943. TCM memiliki sensitivitas 100%, spesifisitas 97%, dan akurasi 97%, sedangkan pravelensi kasus positif TB yang terdeteksi dengan TCM sebesar 27%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskopis yaitu 25%. Menunjukkan bahwa TCM lebih sensitif dan efektif dalam deteksi TB dini termasuk dalam mendeteksi resistensi terhadap rifampisin. Kesimpulan: Metode TCM lebih unggul dibandingkan metode mikroskopis BTA dalam mendeteksi paru secara cepat, akurat dan sensitif. Hasil ini mendukung TCM sebagai metode skrining awal di fasilitas Kesehatan dasar. Kata Kunci: Tes Cepat Molekuler (TCM), Mikroskopis BTA, Tuberkulosis Paru, Uji Kappa, Diagnosis TB.