GAMBARAN KADAR SERUM GLUTAMIC-OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN LAMA DERITA LEBIH DARI 5 TAHUN DI PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN

GAMBARAN KADAR SERUM GLUTAMIC-OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN LAMA DERITA LEBIH DARI 5 TAHUN DI PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN
2025-04-25
id
Thesis
text
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama di Indonesia. Komplikasi dari DM Tipe 2 dapat melibatkan berbagai organ, termasuk hati, yang berperan penting dalam metabolisme glukosa. Salah satu indikator kerusakan hati adalah peningkatan kadar SGOT (Serum Glutamic-Oxaloacetic Transaminase). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar SGOT pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Godean II Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 40 orang, diambil dari penderita DM Tipe 2 yang tergabung dalam program Prolanis di Puskesmas Godean II Sleman. Data diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium di Klinik Prima Diagnostika Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan metode pemeriksaan IFCC/UV Enzymatic Method Kinetik serta memakai alat Biotecnica Instrument BT 35i Automatic Analyzer. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (70%) dan berusia di atas 60 tahun (80%). Seluruh responden memiliki riwayat DM lebih dari 5 tahun. Kadar gula darah puasa (GDP) abnormal ditemukan pada 75% responden, namun seluruh responden menunjukkan kadar SGOT dalam batas normal (100%). Kesimpulan: Tidak terdapat peningkatan kadar SGOT pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Godean II Sleman, meskipun sebagian besar memiliki riwayat DM lebih dari 5 tahun. Kata kunci: SGOT, Diabetes Melitus Tipe 2, Lama Derita, Puskesmas Godean II