PERBEDAAN KADAR KREATININ DALAM SAMPEL PLASMA K2EDTA DAN SERUM PADA PASIEN PRE-HEMODIALISA
PERBEDAAN KADAR KREATININ DALAM SAMPEL PLASMA K2EDTA DAN SERUM PADA PASIEN PRE-HEMODIALISA
2025-06-17
id
Thesis
text
Latar Belakang : Kadar kreatinin merupakan salah satu parameter penting dalam menilai fungsi ginjal dan status metabolik pasien, khususnya pasien dengan gangguan fungsi ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Pemeriksaan kimia klinik umumnya menggunakan sampel serum. Dalam kondisi tertentu, seperti keterbatasan jenis tabung atau kebutuhan akan pemeriksaan hematologi dan kimia klinik secara bersamaan, penggunaan tabung K2EDTA dapat memberikan fleksibilitas tanpa menurunkan keakuratan hasil kreatinin.
Tujuan : Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar kreatinin dalam sampel plasma K2EDTA dan serum pada pasien pre-hemodialisa.
Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive sampling . Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji statistik Independent-Sample T Test.
Hasil : Rerata kadar kreatinin dalam sampel plasma K2EDTA sebesar 10,66 mg/dL, sedangkan pada serum sebesar 10,83 mg/dL dengan selisih rerata 0,17 mg/dL setara 1,59%. Hasil uji Independent-Sample T Test didapat nilai sig 0,847 (p ≥ 0.05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua sampel yang digunakan. Penggunaan plasma K2EDTA dapat digunakan sebagai alternatif dalam pemeriksaan kadar kreatinin.
Kata Kunci : kadar kreatinin, serum dan plasma K2EDTA, pre-Hemodialisa