PERBEDAAN METODE PEWARNAAN SEDIAAN JAMUR Candida albicans MENGGUNAKAN LACTOPHENOL COTTON BLUE (LPCB) DAN PEWARNA MAKANAN SINTETIS BRILLIANT BLUE FCF
PERBEDAAN METODE PEWARNAAN SEDIAAN JAMUR Candida albicans MENGGUNAKAN LACTOPHENOL COTTON BLUE (LPCB) DAN PEWARNA MAKANAN SINTETIS BRILLIANT BLUE FCF
2025-06-02
en
Thesis
text
Kandidiasis adalah infeksi jamur yang banyak terjadi di Indonesia. Banyaknya kasus tersebut menyebabkan permintaan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis kandidiasis semakin meningkat. Pemeriksaan kadidiasis dilakukan dengan mengidentifikasi jamur Candida albicans dengan menambahkan lactophenol cotton blue (LPCB) pada sampel yang diperiksa. LPCB adalah larutan yang mengandung zat warna biru yang disebut cotton blue bersifat larut dalam air dan dikategorikan sebagai zat karsinogenik. Hal-hal tersebut mendasari pemilihan brilliant blue FCF sebagai pewarna alternatif pengganti cotton blue karena tidak bersifat karsinogenik, aman, terjangkau dan memiliki struktur kimia yang mirip dengan cotton blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pewarnaan sediaan jamur Candida albicans yang diwarnai dengan metode LPCB dan metode alternatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan desain cross sectional dengan melakukan penilaian terhadap sediaan jamur Candida albicans yang diwarnai dengan LPCB sebagai kontrol dan brilliant blue yang dilarutkan dengan lactophenol base atau disebut lactophenol brilliant blue (LPBB) sebagai pewarna alternatif. Penilaian sediaan jamur Candida albicans dilakukan oleh 8 penilai dengan setiap penilai memberikan skor terhadap 15 sediaan. Sediaan jamur Candida albicans diperiksa dengan mikroskop menggunakan perbesaran 400 kali. Hasil uji wilcoxon two paired samples menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pewarnaan sediaan jamur Candida albicans yang diwarnai dengan LPCB dan LPBB (sig<0,05). Reliabilitas (konsistensi) penilaian yang diberikan oleh 8 penilai memiliki kesepakatan yang kuat (r = 0,776 dengan 95% confidence interval (CI) 0,632 – 0,879). Kesimpulan dari penelitian ini adalah LPBB dapat mewarnai struktur dinding sel Candida albicans, tetapi tidak memberikan visualisasi mikroskopis sebaik LPCB.