PERBEDAAN SUHU REAGEN TERHADAP HASIL
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH
PERBEDAAN SUHU REAGEN TERHADAP HASIL
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH
2025-05-16
id
Thesis
text
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemeriksaan
laboratorium dalam analisis kimia adalah suhu reagen. Reagen yang belum mencapai
suhu yang optimal berpotensi menghasilkan nilai yang tidak akurat.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kadar glukosa
darah yang diperiksa menggunakan reagen pada suhu 8ºC dan 25ºC. Secara khusus,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rerata kadar glukosa darah pada masing
masing suhu reagen, menghitung selisih rata-rata kadar glukosa darah antara kedua
suhu tersebut, serta mengetahui persentase selisih rata-rata yang dihasilkan dari
pemeriksaan menggunakan reagen bersuhu 8ºC dan 25ºC.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Februari-April 2025. Sampel berupa serum pasien normal yaitu
Mahasiswa D3 semester 4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes
Yogyakarta dengan jumlah sampel 36 mahasiswa. Analisis data dilakukan secara
deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji
Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan antar kelompok.
Hasil : Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar glukosa pada reagen suhu 8°C
adalah 85,4 mg/dL dengan standar deviasi 10,22, sedangkan pada suhu 25°C adalah
93,1 mg/dL dengan standar deviasi 9,1. Presentase selisih rata-rata kadar glukosa
darah yang diperiksa pada suhu reagen 8ºC dan 25ºC adalah sebesar 8,27%. Uji
normalitas menunjukkan bahwa data reagen suhu dingin tidak berdistribusi normal
(p = 0,035), sedangkan data suhu ruang berdistribusi normal (p = 0,577). Hasil uji
Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok (p = 0,000).
Kesimpulan : Ada perbedaan hasil kadar glukosa pada reagen yang diperiksa dengan
suhu 8°C dan 25°C.
Kata kunci : glukosa darah, suhu reagen, pemeriksaan laboratorium