PERBEDAAN KADAR ALANINE AMINOTRANSFERASE (ALT) YANG DIPERIKSA MENGGUNAKAN REAGEN TANPA PENDIAMAN SUHU RUANG (2-8°C) DAN DENGAN PENDIAMAN SUHU RUANG (20-25°C)

PERBEDAAN KADAR ALANINE AMINOTRANSFERASE (ALT) YANG DIPERIKSA MENGGUNAKAN REAGEN TANPA PENDIAMAN SUHU RUANG (2-8°C) DAN DENGAN PENDIAMAN SUHU RUANG (20-25°C)
2025-06-02
id
Thesis
text
Latar Belakang : Reagen merupakan salah satu faktor penting dalam pemeriksaan kimia klinik. Suhu penyimpanan dan suhu saat penggunaan reagen dapat memengaruhi aktivitas enzim yang terkandung di dalamnya. Namun dilapangan masih sering ditemukan kesalahan dalam penanganan reagen sebelum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Alanine Aminotransferase (ALT) yang diperiksa pada dua kondisi suhu reagen. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar ALT yang diperiksa menggunakan reagen tanpa pendiaman suhu ruang (suhu dingin 2–8°C) dan dengan pendiaman suhu ruang (20–25°C). Metode : Penelitian ini menggunakan desain posttest-only control group dengan jumlah sampel sebanyak 36 sampel. Sampel serum yang sama diperiksa menggunakan dua kondisi reagen: reagen dingin dan reagen yang telah didiamkan pada suhu ruang. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil : Hasil pemeriksaan kadar ALT menunjukkan rata-rata kadar ALT dengan reagen dingin sebesar 12,68 U/L dan dengan reagen suhu ruang sebesar 16,05 U/L. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi suhu reagen. Reagen yang digunakan pada suhu yang masih dingin menghasilkan nilai ALT yang lebih rendah. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan kadar ALT antara pemeriksaan menggunakan reagen tanpa pendiaman suhu ruang dan reagen yang telah didiamkan pada suhu ruang. Kata Kunci : ALT, Reagen, Suhu Dingin, Suhu Ruang, Pemeriksaan Kimia Klinik, Pengaruh suhu reagen