Penerapan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Nyaman : Nyeri Pasien Kanker Paru di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten
Penerapan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Nyaman : Nyeri Pasien Kanker Paru di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten
2025-06-04
en
Thesis
text
PENERAPAN SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NYAMAN : NYERI PASIEN KANKER PARU DI RS SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
Ratna Yuli Astuti1*, Abdul Majid2, Harmilah2
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jl. Tata Bumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55293
*Email: ratnaya33.ny@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Tingginya angka kematian kanker paru diakibatkan dari buruknya prognosis kanker paru itu sendiri karena keterlambatan diagnosis sehingga membuat angka kelangsungan hidup kanker paru lebih rendah bila dibandingkan kanker lain. Keluhan utama penderita penyakit kanker paru adalah nyeri yang disebabkan dari perjalanan dan stadium penyakit, serta kemoterapi. Nyeri yang tidak terkontrol secara signifikan mampu menurukan dan perburukan kualitas hidup pasien. Oleh sebab itu penatalaksanaan nyeri berkelanjutan sangat diperlukan baik secara farmakologis maupun nonfarmakologi. Salah satu manajemen nyeri nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT).
Tujuan: Mengetahui penerapan SEFT dalam menurunkan nyeri pasien kanker paru di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Metode: Studi kasus pada dua pasien yang memenuhi kriteria inklusi (pasien usia 55-70 tahun dengan diagnosa medis kanker paru yang mengalamai gangguan rasa nyaman nyeri, pasien bersedia menjadi responden dan dapat menggerakan sekurang-kurangnya satu anggota gerak atas). Kedua pasien diberikan intervensi SEFT dan manajemen nyeri selama 3×24 jam sesuai tujuan asuhan keperawatan dengan pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).
Hasil: Setelah dilakukan intervensi SEFT dan manajemen nyeri selama tiga hari, masalah keperawatan teratasi sebagian pada Tn.M dengan penurunan skala nyeri dari 5 ke 3 dan teratasi pada Tn.S dengan penurunan nyeri dari skala 4 ke 3.
Kesimpulan: Penerapan SEFT dapat menurunkan nyeri pada pasien dengan kanker paru.
Kata Kunci: SEFT, Nyeri, Kanker Paru.
1) Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
2) Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta