Penerapan Deep Breathing Exercise Untuk Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruang Kesawamurti RSUP dr. Sardjito

Penerapan Deep Breathing Exercise Untuk Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruang Kesawamurti RSUP dr. Sardjito
2025-06-02
en
Thesis
text
Latar Belakang: Dyspnea merupakan respons fisiologis akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen dalam tubuh, yang umum terjadi pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF). Kondisi ini timbul akibat curah jantung yang menurun, menyebabkan kongesti paru dan gangguan pertukaran gas. Penanganan dyspnea membutuhkan pendekatan yang tepat dan menyeluruh. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik deep breathing exercise (DBE). DBE latihan pernapasan dalam dan terkontrol yang bertujuan meningkatkan ventilasi alveolar dan menurunkan kerja pernapasan. Teknik ini mudah dilakukan, tidak invasif, serta aman diterapkan. Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan terapi deep breathing exercise untuk menurunkan keluhan dyspnea pada pasien CHF sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk pemenuhan kebutuhan oksigenasi. Metode: studi kasus pada dua pasien CHF dengan keluhan dyspnea. Terapi deep breathing dilakukan selama ±15 menit per sesi, selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui subjektif, pengamatan pola napas, dan frekuensi napas, berdasarkan SOP. Hasil: Setelah dilakukan teknik DBE maka masalah keperawatan teratasi dan teratasi sebagian di buktikan dengan pola napas membaik dari frekuensi napas 28x/menit menjadi 20x/menit pada pasien 1, kemudian pada pasien 2 terjadi dari 28x/menit menjadi 22x/menit. Kesimpulan: DBE efektif dalam membantu menurunkan dyspnea pada pasien CHF. Kata Kunci : Deep Breathing Exercise, Dyspnea, Congestive Heart Failure