Penerapan Aromaterapi Jahe Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Pasien Kanker Kolorektal Dengan Kemoterapi DI RSUD TEMANGGUNG

Penerapan Aromaterapi Jahe Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Pasien Kanker Kolorektal Dengan Kemoterapi DI RSUD TEMANGGUNG
2025-06-02
id
Thesis
text
Latar Belakang: Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berkembang dari jaringan usus besar, yang meliputi kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan/atau rektum (bagian terakhir yang kecil sebelum anus). berdasarkan data rekam medik dari RSUD Kabupaten Temanggung pada periode Januari 2024 – Desember 2024, tercatat sebanyak 339 pasien dengan kanker kolorektal. Kemoterapi merupakan terapi farmakologis yang dapat diberikan kepada pasien kanker kolorektal. pemberian kemoterapi pada pasien dapat menimbulkan efek salah satunya mual dan muntah. selain pemberian obat anti-emetik untuk mengurangi mual muntah, terapi komplementer pendukung terapi farmakologi juga efektif dalam menurunkan mual muntah pasien dengan kemoterapi. salah satu terapi non-farmakologi yang mungkin bermanfaat bagi pasien yang mengalami mual muntah akibat kemoterapi adalah penerapan aromaterapi jahe. Tujuan: dilakukannya penerapan Aromaterapi Jahe untuk mengurangi mual muntah pada pasien kanker kolorektal dengan kemoterapi di RSUD Temanggung. Metode: menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekataan desain studi kasus dengan masalah keperawatan kanker pada kedua pasien kanker kolorektal dengan kemoterapi. intervensi aromaterapi jahe diberikan menggunakan tehnik inhalasi dihirup dengan bantuan kapas pads sebanyak 5 tetes dengan lama pemberian 10 menit dilakukan dalam 3 kali pertemuan selama 3 hari. evaluasi dalam 24 jam post intervensi menggunakan Index Nausea Vomiting and Reching (INVR). Hasil: setelah diberikan aromaterapi jahe kedua pasien menunjukkan adanya penurunan tingkat mual muntah. pada kasus pertama sebelum intervensi dengan total skor INVR 10 (mual/muntah kategori sedang), setelah 3 hari intervensi total skor INVR 5 (mual/muntah kategori ringan) sedangkan pada kasus kedua sebelum intervensi dengan total skor INVR 7 (mual/muntah kategori ringan), setelah 3 hari intervensi total skor INVR 4 (mual/muntah kategori ringan). Kesimpulan: masalah keperawatan nausea berhubungan dengan efek agen farmakologis (efek kemoterapi) teratasi ditandai dengan penurunan skor INVR dan makan sudah terasa enakan. aromaterapi jahe mengandung senyawa aktif zingiber dan zingiberiol yang berfungsi sebagai antiemetik yang bekerja dengan menghambat aktivitas serotonin yang dapat memicu kontraksi lambung, sehingga keluhan mual muntah dapat berkurang. penerapan aromaterapi jahe sebagai terapi komplementer pendukung terapi farmakologi efektif dalam menurunkan tingkat mual muntah pada pasien kanker kolorektal dengan kemoterapi. aromaterapi jahe sebagai bagian dari praktik keperawatan dengan mempertimbangkan dukungan dan keterlibatan keluarga. Kata Kunci: Aromaterapi Jahe, Mual-muntah, Pasien Kanker Kolorektal dengan Kemoterapi.