PENERAPAN TERAPI BERBICARA DENGAN SUARA PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJ GRHASIA

PENERAPAN TERAPI BERBICARA DENGAN SUARA PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJ GRHASIA
2025-05-27
en
Thesis
text
Latar belakang: Halusinasi adalah gangguan atau perubahan persepsi di mana pasien menganggap sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi melalui panca indra mereka tanpa stimulus persepsi palsu dari luar. Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia pada tanggal 4 Desember 2024 menunjukkan terdapat 69 pasien rawat inap dengan 52 pasien menderita gangguan persepsi sensori halusinasi atau sekitar 75.36%. Intervensi yang dapat dilakukan, yaitu terapi berbicara dengan suara (talking with voices). Tujuan: Melaksanakan penerapan terapi berbicara dengan suara dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Studi kasus ini adalah sebuah studi yang menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan fokus penerapan terapi berbicara dengan suara menggunakan metode membandingkan respons dua pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Pelaksanaan studi kasus ini dilakukan setiap pertemuan 26 sesi per jam di Wisma Arjuna RSJ Grhasia. Terapi ini dilaksanakan menyesuaikan dengan kondisi pasien selama dilaksanakan intervensi selama 3 hari. Hasil: Pengkajian keperawatan jiwa pada kedua pasien menunjukkan kesamaan gejala, seperti berbicara dan tertawa sendiri, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman masa lalu. Perbedaannya, klien I tertutup dan tidak aktif di masyarakat, serta mendapat terapi skizofrenia dan epilepsi, sedangkan klien II aktif di masyarakat, perfeksionis, dan mendapat terapi skizofrenia, bipolar, dan insomnia. Intervensi berupa terapi berbicara dengan suara dilakukan untuk membantu mengontrol halusinasi pendengaran, disesuaikan dengan kondisi pasien. Tn. M kooperatif selama terapi, sementara Tn. J kurang fokus. Penurunan halusinasi pada keduanya terlihat di hari ketiga dibuktikan dengan penurunan skor AHRS. Kesimpulan: Studi kasus yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa penerapan terapi berbicara dengan suara pada kedua pasien mampu menurunkan skor AHRS pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Kata kunci: Skizofrenia, Halusinasi pendengaran, Terapi berbicara dengan suara 1 Mahasiswa D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2 Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 3 Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta