PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS; ANSIETAS PADA ANAK DENGAN HOSPITALISASI DI RUANG ASTER BARAT RSUP DR. SARDJITO

PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS; ANSIETAS PADA ANAK DENGAN HOSPITALISASI DI RUANG ASTER BARAT RSUP DR. SARDJITO
2025-06-03
id
Thesis
text
Latar Belakang : Anak usia prasekolah sangat rentan mengalami kecemasan saat menjalani hospitalisasi karena keterbatasan kemampuan dalam mengelola stres, rasa takut, dan lingkungan asing. Kecemasan dapat menghambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Terapi bermain puzzle merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan kecemasan pada anak dengan cara menyenangkan, aman, dan sesuai perkembangan usia. Tujuan : Untuk menerapkan terapi bermain puzzle dalam pemenuhan kebutuhan psikologis; ansietas pada anak dengan hospitalisasi di ruang Aster Barat RSUP Dr. Sardjito. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua anak laki-laki usia 4 tahun dengan masalah keperawatan ansietas. Intervensi terapi bermain puzzle dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit per hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilatku dan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Preschool Anxiety Scale (PAS). Hasil Penilitian : Setelah diberikan terapi bermain puzzle, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dari sedang menjadi ringan. Terdapat perubahan positif pada aspek verbal, nonverbal, dan respon fisiologis pasien, seperti ekspresi wajah ceria, peningkatan fokus saat bermain, dan penurunan perilaku regresif. Keterlibatan aktif orang tua juga berkontribusi terhadap keberhasilan intervensi. Kesimpulan : Penerapan terapi bermain puzzle efektif dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari praktik keperawatan anak secara rutin dengan mempertimbangkan dukungan sarana prasarana serta keterlibatan keluarga. Kata Kunci : Terapi bermain puzzle, kecemasan, anak prasekolah, hospitalisasi