PERBEDAAN DIAMETER PERTUMBUHAN JAMUR Candida Albicans PADA MEDIA ALTERNATIF KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn.) DENGAN MEDIA SABOURAUD DEXTROSE AGAR (SDA)

PERBEDAAN DIAMETER PERTUMBUHAN JAMUR Candida Albicans PADA MEDIA ALTERNATIF KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn.) DENGAN MEDIA SABOURAUD DEXTROSE AGAR (SDA)
2025-07-08
id
Thesis
text
Latar Belakang: Pertumbuhan jamur yang baik harus menggunakan media. Media yang umum dipakai untuk pertumbuhan jamur adalah Sabouraud Dextrose Agar yang merupakan media instan buatan pabrik dengan harga yang relatif mahal, hanya dapat ditemukan pada tempat tertentu saja dan dapat diperoleh dalam jumlah banyak sehingga dibutuhkan media pengganti dengan bahan alami yang lebih mudah didapat serta mengandung nutrisi yang cukup seperti kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.). Tujuan : Mengetahui perbedaan diameter, rerata dan selisih (persentase efektivitas) hasil pengukuran diameter pertumbuhan jamur Candida albicans pada media alternatif kulit pisang kepok (Musa paradisiaca Linn.) dan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian perbandingan kelompok statis (Static Group Comparison). Hasil : Media alternatif kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.) didapatkan hasil rerata diameter pertumbuhan sebesar 1,3 mm dan pada media Sabouraud Dextrose Agar sebesar 1,5 mm. Hasil persentase efektivitas jumlah diameter pertumbuhan Yang tumbuh pada kedua media sebesar 86,7 % dan efektivitas pertumbuhan cukup efektif. Hasil uji statistik Independent Sample T Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil jumlah diameter pertumbuhan Candida albicans pada media alternatif kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.) dengan media Sabouraud Dextrose Agar. Kesimpulan : Media alternatif kulit pisang kepok dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans dengan efektivitas pertumbuhan cukup efektifitas. Tidak ada perbedaan hasil pertumbuhan jamur Candida albicans pada media alternatif kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.) dibandingkan dengan media Sabouraud Dextrose Agar. Kata Kunci : Kulit Pisang Kepok, Pertumbuhan Candida albicans