HUBUNGAN HASIL PULSE OXIMETRY DENGAN SKRINING AWAL PENYAKIT JANTUNG BAWAAN KRITIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO

HUBUNGAN HASIL PULSE OXIMETRY DENGAN SKRINING AWAL PENYAKIT JANTUNG BAWAAN KRITIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO
2025-06-24
en
Thesis
text
HUBUNGAN HASIL PULSE OXIMETRY DENGAN SKRINING AWAL PENYAKIT JANTUNG BAWAAN KRITIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO Anis Rofiqoh1, Ana Kurniati2, Mina Yumei Santi3 1,2,3Jurusan Kebidanan Kemenkes Yogyakarta Jl. Mangkuyudan MJ III, Yogyakarta 1Email: anisrofiqoh3001@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang : Insidensi Penyakit Jantung Bawaan (PJB) kritis adalah 1,2 dari 1000 kelahiran hidup. Keterlambatan diagnosis menyebabkan meningkatnya mortalitas yang signifikan serta morbiditas jangka panjang dan jangka pendek. Pemeriksaan pulse oximetry dilakukan pada seluruh bayi baru lahir yang berusia di atas 24-48 jam. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara hasil pulse oximetry dengan skrining awal penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo. Metode: Desain cross sectional. Populasi seluruh bayi baru lahir yang berusia 24-48 jam yang terawat di Ruang perinatologi Wates Kabupaten Kulon Progo, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan sampel 100 bayi. Pengumpulan data dengan data sekunder. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Uji chi-square yang dilakukan terhadap hubungan hasil pulse oximetry dengan skrining awal penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo, didapatkan hasil p-value 0,000 (p-value <0,05). Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara hasil pulse oximetry dengan skrining awal penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hasil pulse oximetry dengan skrining awal penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo. Kata Kunci: Pulse Oximetry, PJB Kritis, Skrining Awal