HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL DAN INSTRUMENTAL SUAMI
DENGAN KEIKUTSERTAAN KB PASCA SALIN PADA IBU NIFAS
DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
TAHUN 2025
HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL DAN INSTRUMENTAL SUAMI
DENGAN KEIKUTSERTAAN KB PASCA SALIN PADA IBU NIFAS
DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
TAHUN 2025
2025-06-20
en
Thesis
text
Latar belakang: Prevalensi capaian KB pasca salin tahun 2024 di Kabupaten
Gunungkidul yang rendah ada di 3 Puskesmas, yaitu Puskesmas Rongkop sebanyak
23 orang (12,5%), Puskesmas Ponjong II sebanyak 32 orang (10,7%) dan
Puskesmas Girisubo sebanyak 18 orang (10,4%). Rendahnya capaian KB pasca
salin disebabkan oleh kurangnya dukungan emosional dan instrumental dari suami.
Tujuan: untuk menganalisis hubungan dukungan emosional dan instrumental
suami dengan keikutsertaan KB pasca salin di Kabupaten Gunungkidul.
Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas di Puskesmas
Rongkop, Puskesmas Ponjong II dan Puskesmas Girisubo Kabupaten Gunungkidul
pada Maret – April 2025 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 45 orang.
Variabel independen adalah dukungan emosional dan instrumental dan variabel
dependen adalah keikutsertaan KB pasca salin. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner dan analisis data dengan uji Chi Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dan instrumental
responden hampir setengahnya pada kategori cukup (48,9%) dan sebagian besar
responden tidak ikut serta KB pasca salin (77,8%). Ada hubungan dukungan
emosional dan instrumental suami dengan keikutsertaan KB pasca salin pada ibu
nifas di Kabupaten Gunungkidul dengan p=0,000 <α=0,05 dan OR=46,750.
Kesimpulan: Ada hubungan dukungan emosional dan instrumental suami dengan
keikutsertaan KB pasca salin. Sebaiknya suami memberikan dukungan kepada istri
untuk mengikuti KB pasca salin.
Kata kunci: KB, pasca salin, dukungan, suami.