DETERMINAN YANG MEMENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDANGSARI I GUNUNGKIDUL TAHUN 2024
DETERMINAN YANG MEMENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDANGSARI I GUNUNGKIDUL TAHUN 2024
2025-06-12
en
Thesis
text
DETERMINAN YANG MEMENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDANGSARI I GUNUNGKIDUL TAHUN 2024
Kiki Irawanti1, Heni Puji Wahyuningsih2, Yuliasti Eka Purnamaningrum3
1,2,3Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jl. Mangkuyudan MJ III, Yogyakarta
Email: kiki_sweety@rocketmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi prioritas nasional di Indonesia. Kejadian stunting pada anak balita mencerminkan status gizi kronis yang dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif. Wilayah kerja Puskesmas Gedangsari I di Kabupaten Gunungkidul tercatat memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi yaitu 21,69%, sehingga diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi determinan yang memengaruhinya.
Tujuan: Mengetahui determinan yang memengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Gedangsari I Gunungkidul Tahun 2024
Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gedangsari 1 dengan jumlah sampel 35 kelompok kasus dan 35 kelompok control yang memenuhi kriteria. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Jenis data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner identitas, kuesioner pola asuh dan kuesioner pengetahuan ibu tentang stunting. Analisis data menggunakan chi square, odds ratio dan regresi logistic ganda.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting adalah durasi menyusui (p=0.038; OR: 6.145; 95%CI=1.110-34.010), usia ibu (p=0.023; OR: 2.515; 95%CI=0.590-10.711), dan tingkat pendidikan (p=0.023; OR: 2.229; 95%CI=0.614-8.095),.
Kesimpulan: Determinan yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting adalah durasi menyusui
Kata Kunci: Balita, perkembangan, Status Gizi, Stunting