Variasi Pencampuran Bayam Merah (Amaranthus Tricolor. L) dan Daging Ayam Dalam Pembuatan Gyoza Sebagai Alternatif Kudapan Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Dan Aktivitas Antioksidan

Variasi Pencampuran Bayam Merah (Amaranthus Tricolor. L) dan Daging Ayam Dalam Pembuatan Gyoza Sebagai Alternatif Kudapan Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Dan Aktivitas Antioksidan
2025-04
id
Thesis
text
Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dan membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang, sehingga disebut penyakit kronis. Konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, dan kurang menjaga pola hidup adalah penyebab terjadinya PTM. Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi PTM di Indonesia sebesar 1,09%, mengalami peningkatan yang sebelumnya pada tahun 2013 sebesar 0,9%. Bayam merah memiliki kandungan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan mencegah pembentukan radikal bebas, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk mencegah PTM. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi pencampurana bayam merah dan daging ayam terhadap sifat fisik, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan pada gyoza. Metode: Jenis penelitian eksperimental murni dengan desain penelitian rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan. Variasi pencampuran bayam merah dan daging ayam 0%:100%, 25%:75%, 35%:65%, 45%:55%. Uji kandungan gizi aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil Penelitian: Gyoza terbaik terdapat pada perlakuan B dengan aktivitas antioksidan sebesar 28,92%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh variasi pencampuran bayam merah dan daging ayam terhadap sifat fisik, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, organoleptik, fisik, bayam merah, daging ayam.