HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA N 7 YOGYAKARTA

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA N 7 YOGYAKARTA
2025-06-04
id
Thesis
text
Latar Belakang: Prevalensi anemia di Kota Yogyakarta masih tinggi. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah ketidakseimbangan mikrobiota usus akibat pola makan yang kurang sehat. Perbaikan pola makan dapat mendukung keseimbangan mikrobiota, sehingga meningkatkan penyerapan dan metabolisme zat gizi yang berperan dalam menurunkan kejadian anemia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola makan dan status gizi dengan kejadian anemia serta variabel yang paling berhubungan pada siswi kelas XI di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 127 siswi dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Instrument penelitian berupa kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan untuk IMT), serta pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat digital Hemoque. Analisis data menggunakan uji Chi-square, dan regresi logistik multivariat. Hasil: Prevalensi anemia sebesar 34,1%. Uji Chi-square menunjukkan hubungan antara anemia dengan pola makan (p < 0,001), status gizi (p < 0,001), konsumsi tablet tambah darah (p < 0,001). Sedangkan pada pekerjaan orang tua dan pendidikan orang tua menunjukkan tidak ada hubungan. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel status gizi (0R = 17,248) paling berhubungan terhadap kejadian anemia diikuti paling berhubungan kedua yaitu pola makan (OR = 12,044), dan yang terakhir adalah kebiasaan konsumsi TTD (OR = 5,677). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor paling berhubungan terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 7 Yogyakarta.