PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING DAN RELAKSASI AUTOGENIK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN
RASA NYAMAN UNTUK MENURUNKAN NYERI
PADA PASIEN POST OPERASI ORIF DI
RSUP DR. SARDJITO
YOGYAKARTA
PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING DAN RELAKSASI AUTOGENIK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN
RASA NYAMAN UNTUK MENURUNKAN NYERI
PADA PASIEN POST OPERASI ORIF DI
RSUP DR. SARDJITO
YOGYAKARTA
2025-06-05
id
Thesis
text
Latar Belakang: Fraktur adalah kondisi patahnya tulang yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu proses penyembuhan. Data RSUP dr. Sardjito tahun 2024 fraktur menempati 4,67% dari 10 besar penyakit, dengan 28 kasus pada Januari 2025. Nyeri pasca operasi ORIF merupakan masalah yang sering dialami pasien umumnya ditangani dengan terapi farmakologi namun efeknya hanya 4-6 jam. Intervensi slow deep breathing dan relaksasi autogenik bekerja dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, menurunkan ketegangan otot, dan meningkatkan oksigenasi jaringan sehingga efektif mengurangi nyeri. Intervensi ini penting untuk membantu pasien mengelola nyerinya.
Tujuan: Menggambarkan penerapan terapi slow deep breathing dan relaksasi autogenik untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien fraktur post ORIF
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif rancangan studi kasus yang melibatkan dua pasien dengan fraktur post operasi ORIF. Karya Ilmiah Akhir Ners ini dilakukan penilaian nyeri pre dan post dengan penerapan terapi slow deep breathing dan relaksasi autogenik pada kedua kasus kelolaan selama 3×24 jam sesuai kriteria hasil pada tujuan asuhan keperawatan, penilaian dilakukan menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS).
Hasil: Masalah keperawatan pada kedua pasien adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik post operasi ORIF. Setelah dilakukan intervensi terapi slow deep breathing dan relaksasi autogenik selama tiga hari, masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan terjadi penurunan skala nyeri pada kasus Ny.S dari skala 5 menjadi 3 sedangkan pada Nn.S dari skala 6 menjadi 3.
Kesimpulan: Intervensi terapi slow deep breathing dan relaksasi autogenik yang diberikan sesuai dengan yang telah direncanakan dan terbukti efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien fraktur post operasi ORIF.