HUBUNGAN PAPARAN GAWAI DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK PRASEKOLAH
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMPEL I
HUBUNGAN PAPARAN GAWAI DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK PRASEKOLAH
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMPEL I
2025-06-18
en
Thesis
text
Latar Belakang: Keterlambatan bicara pada anak pra sekolah merupakan masalah perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi dan belajar anak. Faktor paparan gawai dan pola asuh orang tua diduga berperan dalam kejadian keterlambatan bicara. Identifikasi hubungan kedua faktor ini penting untuk mendukung pencegahan dan intervensi yang tepat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Tempel I.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara paparan gawai dan pola asuh orang tua dengan keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tempel I.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 anak pra sekolah yang dipilih secara cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi mengenai paparan gawai, pola asuh orang tua, dan keterlambatan bicara. Analisis data bivariat dilakukan dengan uji chi-square.
Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat paparan gawai dengan keterlambatan bicara (p = 0,000) dan pola asuh orang tua dengan keterlambatan bicara (p = 0,000). Anak dengan paparan gawai tinggi dan pola asuh permisif lebih banyak mengalami keterlambatan bicara, sedangkan anak dengan paparan gawai rendah dan pola asuh demokratis cenderung tidak mengalami keterlambatan bicara.
Kesimpulan: Paparan gawai yang tinggi dan pola asuh permisif berhubungan dengan peningkatan risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah. Pengaturan penggunaan gawai dan penerapan pola asuh yang tepat perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan keterlambatan bicara.
Kata kunci: Paparan gawai, keterlambatan bicara, anak pra sekolah.