HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMPN 1 PUNDONG KABUPATEN BANTUL

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMPN 1 PUNDONG KABUPATEN BANTUL
2025-06-30
id
Thesis
text
Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok usia yang sangat rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul menempati urutan ketiga dengan prevalensi anemia tertinggi pada remaja putri, yaitu sebesar 28,30%. Salah satu wilayah dengan kasus anemia tertinggi di Bantul adalah wilayah kerja Puskesmas Pundong, dan SMPN 1 Pundong termasuk sekolah dengan jumlah kasus anemia yang cukup signifikan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya kejadian anemia yang belum sepenuhnya ditelusuri penyebab utamanya, salah satunya diduga karena kebiasaan konsumsi jajanan yang kurang sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Pundong Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 47 remaja putri kelas VII yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup untuk menilai kebiasaan konsumsi jajanan dan pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan alat digital Easy Touch. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden (91,5%) memiliki kebiasaan konsumsi jajanan yang sehat, dan sebanyak 31,9% mengalami anemia.. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian anemia (nilai p = 0,756). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian anemia. Namun, tingginya proporsi anemia pada responden dengan konsumsi jajanan tidak sehat menunjukkan pentingnya edukasi gizi dan pemantauan pola makan pada remaja putri.