PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SERUM KONTROL LIOFILISAT KOMERSIAL SETELAH REKONSTITUSI PADA SUHU -20ºC TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN AKTIVITAS ENZIM ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST)

PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SERUM KONTROL LIOFILISAT KOMERSIAL SETELAH REKONSTITUSI PADA SUHU -20ºC TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN AKTIVITAS ENZIM ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST)
2025-04-30
en
Thesis
text
ABSTRAK Latar Belakang: Laboratorium memiliki kualitas mutu yang dapat menjamin presisi dan akurasi hasil pemeriksaan laboratorium klinik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Stabilitas bahan kontrol merupakan faktor penting dalam menjaga akurasi hasil pemeriksaan laboratorium. Aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) diketahui dapat menurun seiring lamanya penyimpanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan serum kontrol liofilisat komersial setelah rekonstitusi pada suhu -20°C selama 20, 30, dan 40 hari terhadap aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Menggunakan subjek berupa serum kontrol komersial yang telah direkonstitusi dan disimpan pada suhu -20°C. Aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) diukur segera setelah rekonstitusi, serta setelah penyimpanan 20, 30, dan 40 hari. Hasil: Analisis deskriptif menunjukkan adanya penurunan rata-rata aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) seiring bertambahnya waktu penyimpanan, dengan persentase penurunan sebesar 5,62% (20 hari), 7,48% (30 hari), dan 12,94% (40 hari) dibandingkan dengan hari ke-0. Anlisis statistik Repated Measure Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara waktu penyimpanan serum kontrol liofilisat komersial setelah rekonstitusi terhadap penurunan aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) pada suhu -20°C. Aktivitas enzim semakin menurun dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Kata Kunci: Waktu Penyimpanan, Bahan Kontrol, Aktivitas Enzim Aspartate Aminotransferase (AST)