HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD WONOSARI GUNUNGKIDUL TAHUN 2024

HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD WONOSARI GUNUNGKIDUL TAHUN 2024
2025-06-25
en
Thesis
text
Latar belakang: BBLR di Kabupaten Gunungkidul tahun 2023 sekitar 1,35% lahir dari ibu dengan preeklampsia, sedangkan di RSUD Wonosari pada tahun 2024 10% dari kasus BBLR disebabkan oleh preeklampsia dan jumlah kasus preeklampsia di RSUD Wonosari sebanyak 103 orang (0,1%). Tujuan: Menganalisis hubungan preeklampsia dengan kejadian BBLR di RSUD Wonosari Gunungkidul Tahun 2024. Metode: case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel kelompok kasus adalah bayi baru lahir yang BBLR 35 orang, sampel kelompok kontrol adalah bayi baru lahir yang tidak BBLR 35 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil dengan teknik quota sampling. Variabel independen BBLR dan variabel dependen preeklampsia. Instrumen penelitian lembar checklist. Analisa data dengan uji chi square dan multivariat regresi logistik ganda. Hasil: bayi yang mengalami BBLR 94,3% dilahirkan dari ibu dengan riwayat preeklampsia, dan bayi tidak BBLR 8,6% dilahirkan dari ibu dengan riwayat preeklampsia. Ada hubungan preeklampsia dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Wonosari Gunungkidul Tahun 2024 dengan Pvalue=0,000 <α=0,05, OR= 176,00 artinya peluang terjadinya BBLR pada bayi dari ibu dengan preeklampsia adalah 176 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu tanpa preeklampsia dan CI 95% (27,561 - 1123,922) menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: Preeklampsia meningkatkan risiko BBLR 176 kali dan preeklampsia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Kata kunci: Preeklampsia, BBLR.