Penggunaan Aplikasi Appventory Sebagai Metode Inventarisasi Penyimpanan Bahan Makanan Kering di Instalasi Gizi RSJ Grhasia

Penggunaan Aplikasi Appventory Sebagai Metode Inventarisasi Penyimpanan Bahan Makanan Kering di Instalasi Gizi RSJ Grhasia
2025-05-14
en
Thesis
text
Latar Belakang: Salah satu rangkaian penyelenggaraan makanan adalah penyimpanan bahan makanan. Di Rumah Sakit Jiwa Grhasia, proses inventarisasi penyimpanan bahan makanan masih dilakukan secara konvensional, yaitu menggunakan kartu stok bahan makanan, yang memerlukan waktu lama dan rentan terhadap ketidaksesuaian data. Dalam upaya mendukung transformasi digital di bidang kesehatan, dikembangkan aplikasi Appventory yang dapat dimanfaaatkan sebagai instrumen dalam proses inventarisasi penyimpanan bahan makanan. Selain itu, perlu dilakukan analisis terhadap perbedaan penggunaan waktu dan ketepatan jumlah bahan makanan antara aplikasi Appventory dan kartu stok bahan makanan. Tujuan: Diketahuinya pengaruh penggunaan aplikasi Appventory sebagai metode inventarisasi penyimpanan bahan makanan kering di Instalasi Gizi RSJ Grhasia terhadap penggunaan waktu dan ketepatan jumlah bahan makanan kering dibandingkan kartu stok bahan makanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain Penelitian dan Pengembangan. Pengambilan data dilakukan pada Februari–Maret 2025 di Instalasi Gizi RSJ Grhasia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Perbedaan penggunaan waktu antara aplikasi Appventory dan kartu stok bahan makanan menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05) yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan dalam penggunaan waktu. Sementara itu, perbedaan ketepatan jumlah bahan makanan kering menggunakan aplikasi Appventory dan kartu stok bahan makanan menunjukkan nilai p-value 0,317 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan waktu inventarisasi penyimpanan bahan makanan kering antara penggunaan aplikasi Appventory dan kartu stok bahan makanan, tetapi tidak terdapat perbedaan dalam ketepatan jumlah bahan makanan antara kedua metode tersebut.