PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PATI KULIT SINGKONG DAN GEL LIDAH BUAYA SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP MASA SIMPAN BUAH TOMAT
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PATI KULIT SINGKONG DAN GEL LIDAH BUAYA SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP MASA SIMPAN BUAH TOMAT
2025-06-10
id
Thesis
text
Latar belakang: Tomat merupakan buah klimakterik yang sangat mudah rusak pascapanen. Kerusakan tersebut dapat diminimalkan melalui pengawetan alami seperti penggunaan edible coating. Pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bahan dasar pati dan gel lidah buaya sebagai pelapis memiliki potensi sebagai bahan alami untuk memperpanjang masa simpan buah tomat.
Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pati kulit singkong dan gel lidah buaya terhadap masa simpan buah tomat yang disimpan pada suhu ruang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain posttest-only control group design dengan 6 perlakuan, terdiri dari 1 kontrol (tanpa pelapisan) dan 5 perlakuan edible coating dengan konsentrasi tetap gel lidah buaya 30% serta variasi pati kulit singkong (5%, 10%, 15%, 20%, 25%).
Hasil Penelitian: Kombinasi edible coating dengan 5% pati kulit singkong dan 30% gel lidah buaya mampu mempertahankan kualitas tomat hingga hari ke-15 dan diprediksi layak konsumsi hingga hari ke-39 pada suhu ruang. Perlakuan ini memperlambat kerusakan fisik serta menjaga parameter organoleptik (warna, tekstur, dan aroma) secara signifikan dibandingkan kontrol.
Kesimpulan: Penggunaan edible coating dari pati kulit singkong dan gel lidah buaya secara signifikan (p < 0,05) memperpanjang masa simpan dan mempertahankan mutu tomat, sehingga dapat menjadi alternatif pengawetan buah yang aman dan alami.
Kata kunci: tomat, edible coating, pati kulit singkong, gel lidah buaya, masa simpan