PEMETAAN SEBARAN KASUS LEPTOSPIROSIS BERDASARKAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI KAPANEWON IMOGIRI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2024
PEMETAAN SEBARAN KASUS LEPTOSPIROSIS BERDASARKAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI KAPANEWON IMOGIRI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2024
2025-06-02
en
Thesis
text
Kabupaten Bantul merupakan wilayah endemis kasus leptospirosis dan berada di urutan pertama kasus terbanyak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kasus terbanyak di Kabupaten Bantul pada tahun 2024 berada di Kapanewon Imogiri. Pemanfataan sistem informasi teknologi (SIG) melalui pemetaan dapat digunakan untuk mengetahui gambaran sebaran kasus leptospirosis berdasarkan faktor risiko lingkungan sehingga diharapkan dapat membantu dalam upaya pencegahan leptospirosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran kasus leptospirosis dikaitkan dengan penggunaan lahan, kepadatan penduduk, dan kondisi tempat sampah di Kapanewon Imogiri pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan retrospektif. Analisis yang digunakan adalah overlay, Average Nearest Neighbor (ANN), dan hotspot analysis. Sampel yang digunakan merupakan total sampling yaitu 11 kasus leptospirosis di Kapanewon Imogiri. Pengambilan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi sementara data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Puskesmas Imogiri I, dan Puskesmas Imogiri II. Dari hasil analisis diketahui bahwa kasus leptospirosis di Kapanewon Imogiri di tahun 2024 memiliki pola tersebar (dispersed) dengan indeks ANN sebesar 1,469253. Hasil overlay dengan penggunaan lahan menunjukkan kasus berhimpitan dengan sawah, kepadatan penduduk tinggi, serta kondisi tempat sampah buruk. Hasil hotspot analysis dari ketiga faktor menunjukkan Kalurahan Sriharjo bagian timur merupakan area hotspot.