Gambaran Sikap Ibu Hamil Terhadap Mitos Tentang Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman Tahun 2025

Gambaran Sikap Ibu Hamil Terhadap Mitos Tentang Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman Tahun 2025
2025-06-23
en
Thesis
text
Latar Belakang: Mitos dan kepercayaan tradisional masih berkembang luas di masyarakat dan kerap memengaruhi sikap ibu hamil dalam menjalani kehamilan, persalinan, masa nifas, dan penggunaan kontrasepsi. Pemahaman terhadap sikap ini penting sebagai dasar edukasi kesehatan yang tepat di Puskesmas Sleman. Tujuan: Diketahuinya gambaran sikap ibu hamil terhadap mitos tentang kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana di wilayah kerja Puskesmas Sleman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sleman pada tanggal 22-26 Mei 2025 berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang mitos kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana dalam bentuk lembar kertas dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Mayoritas ibu hamil berusia 20–35 tahun (88,3%), tidak bekerja (71,7%), berpendidikan SMA (51,7%), dan primipara (56,7%). Sebagian besar ibu hamil mulai meninggalkan mitos kehamilan, seperti larangan makan makanan laut dan minum air kelapa muda. Namun, mitos terkait persalinan, masa nifas, dan KB masih cukup dipercaya, seperti minum ramuan herbal, pijat perut, melahirkan dengan bantuan dukun, dan konsumsi makanan “amis”, serta kesalahpahaman efek kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulan: Ibu hamil menunjukkan sikap kurang setuju terhadap sebagian besar mitos yang beredar. Namun, sekitar 20% ibu hamil masih menunjukkan persetujuan terhadap mitos seputar masa nifas.