HUBUNGAN STATUS HEMODINAMIK DENGAN GLASGOW COMA SCALE PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH SARAF DI RSUD KANJURUHAN MALANG
HUBUNGAN STATUS HEMODINAMIK DENGAN GLASGOW COMA SCALE PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH SARAF DI RSUD KANJURUHAN MALANG
2025-05-22
en
Thesis
text
Latar Belakang: Status hemodinamik yang tidak stabil dapat mempengaruhi perfusi serebral dan menurunkan tingkat kesadaran pasien, yang diukur melalui Glasgow Coma Scale (GCS), sehingga pemantauan hemodinamik perioperatif menjadi penting untuk mendeteksi risiko tersebut pada pasien bedah saraf.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status hemodinamik dengan GCS pada pasien pre operasi bedah saraf di RSUD Kanjuruhan Malang.
Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 40 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square melalui aplikasi SPSS versi 25.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan status hemodinamik stabil memiliki tingkat kesadaran compos mentis (32,5%), sedangkan pasien dengan status tidak stabil terbanyak dalam kategori coma (30%). Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara status hemodinamik dengan GCS (p = 0,001).\
Kesimpulan: ada hubungan antara status hemodinamik dengan glasgow coma scale pada pasien pre operasi bedah saraf di RSUD Kanjuruhan Malang.