HUBUNGAN PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEJADIAN TANTRUM PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL
HUBUNGAN PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEJADIAN TANTRUM PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL
2025-06-30
id
Thesis
text
ABSTRAK
Latar Belakang: Penggunaan gawai pada anak-anak semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi digital. Hal ini membawa dampak terhadap perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental. Secara fisik, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan postur tubuh, kelelahan mata, serta berkurangnya aktifitas fisik. Secara mental, salah satu dampak yang sering ditemui adalah perilaku tantrum. Tantrum merupakan luapan emosi yang tidak terkendali dan sering kali terjadi pada anak usia dini. Salah satu faktor penyebab terjadinya tantrum adalah penggunaan gawai secara berlebihan yang dapat mengganggu kemampuan anak dalam meregulasi emosi, sehingga dapat mengakibatkan penyimpangan perilaku.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara penggunaan gawai terhadap kejadian tantrum pada balita usia 1-3 tahun di Puskesmas Srandakan Kabupaten Bantul
Metode Penelitian: Penelitian Ini menggunakan desain case control dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah balita usia 1-3 di wilayah kerja Puskesmas Srandakan. Sampel terdiri atas 76 responden yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok paparan (+) sebanyak 38 anak dan kelompok paparan (-) sebanyak 38 anak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan gawai dan kuisioner perilaku tantrum. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan gawai dan kejadian tantrum pada balita usia 1-3 tahun (p = 0,002), dengan nilai Odd Ratio sebesar 4.431 kali.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penggunaan gawai terhadap kejadian tantrum pada balita usia 1-3 tahun di Puskesmas Srandakan Kabupaten Bantul
Kata Kunci: tantrum, gawai, balita 1-3 tahun