PERBEDAAN PENGGUNAAN NGT INTRAOPERATIF TERHADAP TINGKAT NYERI TENGGOROKAN PADA PASIEN PASCA INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT)

PERBEDAAN PENGGUNAAN NGT INTRAOPERATIF TERHADAP TINGKAT NYERI TENGGOROKAN PADA PASIEN PASCA INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT)
2025-05-23
id
Thesis
text
Latar Belakang : Endotracheal tube (ETT) adalah alat bantu napas yang dimasukkan melalui mulut atau hidung ke trakea untuk mengalirkan oksigen dan mengatur ventilasi secara mekanis (Hendi et al., 2019). Salah satu komplikasi umum pasca penggunaan ETT adalah nyeri tenggorokan (Fahriyani et al., 2014). Faktor yang memperburuk kondisi ini antara lain penggunaan ETT secara bersamaan dengan nasogastric tube (NGT) (Gemechu et al., 2017). Pemasangan NGT dapat menimbulkan komplikasi serius seperti nyeri tenggorokan, kelumpuhan pita suara, dan kesulitan bernapas (Fan et al., 2017). Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi endotracheal tube (ETT) dengan NGT intraoperatif dan tanpa NGT intraoperatif. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling (non-probability sampling) melibatkan 72 responden. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen penelitian berupa skala pengukuran nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : Hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan hasil perbedaan tingkat nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi endotracheal tube (ETT) dengan NGT intraoperatif dan tanpa NGT intraoperatif dengan nilai p=0,001 (p-value <0,05) Kesimpulan : Terdapat perbedaan antara tingkat nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi endotracheal tube (ETT) dengan NGT intraoperatif dan tanpa NGT intraoperatif. Kata Kunci : Nasogastric Tube (NGT), intraoperatif, nyeri tenggorokan, pasca intubasi, Endotracheal Tube (ETT)