GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PEROKOK ELEKTRIK AKTIF USIA 20-24 TAHUN PADA KELUARGA

GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PEROKOK ELEKTRIK AKTIF USIA 20-24 TAHUN PADA KELUARGA
2025-06-03
en
Thesis
text
Latar belakang: Rokok elektrik semakin populer di kalangan usia muda dan sering digunakan tanpa pemahaman yang memadai mengenai dampaknya terhadap kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan studi pendahuluan di Dusun Susukan, Semarang, diketahui bahwa sekitar 90% pengguna rokok elektrik memiliki pengetahuan yang rendah mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Diketahuinya gambaran pengetahuan kesehatan gigi perokok elektrik aktif usia 20-24 tahun pada keluarga. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan desain crosssectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh populasi yang berjumlah 42 orang dijadikan responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan 15 pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis berdasarkan kategori tingkat pengetahuan: baik, cukup, dan buruk. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (90,6%), berusia 22 tahun (37,5%), berpendidikan S1 (90,6%), dan berstatus mahasiswa (84,4%). Sebagian besar memiliki pendapatan dalam kategori tinggi dan pengeluaran bulanan untuk rokok elektrik berkisar antara seratus hingga lima ratus ribu. Lama penggunaan rokok elektrik terbanyak adalah 7–12 bulan (56,3%). Tingkat pengetahuan responden tergolong rendah, dengan (75%) berada dalam kategori buruk. responden mengisap rokok elektrik per hari dalam kategori sedang (47,7%), liquid yang digunakan sebanyak 2–5 ml per hari (45,2%), dan responden lebih menyukai varian rasa creamy atau dessert. Kesimpulan: Sebagian besar pengguna rokok elektrik usia 20–24 tahun di Dusun Susukan memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang rendah.