KAJIAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI DESA SABDODADI
KAJIAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI DESA SABDODADI
2025-05-19
en
Thesis
text
Latar Belakang : Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi kekurangan asupan energi jangka panjang yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Data Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan prevalensi KEK tertinggi pada remaja putri usia 10–14 tahun (71%), diikuti usia 15–19 tahun (41,9%). Kondisi ini berkaitan erat dengan pola makan tidak sehat dan rendahnya asupan energi dan protein. KEK pada remaja putri berisiko menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang, terutama jika mereka hamil di usia muda. Oleh karena itu, kajian mengenai hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi remaja putri menjadi penting untuk mencegah dampak lanjutan seperti stunting dan komplikasi kehamilan.
Tujuan : Mengetahui tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi remaja putri di Desa Sabdodadi
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan mengetahui asupan energi dan protein berdasarkan status gizi pada remaja putri. Perhitungan sampel diperoleh 28 responden dipilih secara purposive sampling dari remaja putri usia 12 – 18 tahun dan menempuh Pendidikan SMP – SMA/SMK di Desa Sabdodadi. Instrumen pada asupan energi dan protein berupa form Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ).
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri di Desa Sabdodadi memiliki asupan energi dan protein dalam kategori kurang, masing-masing sebesar 85,7% dan 71,4%. Status gizi berdasarkan pengukuran LILA menunjukkan 39,3% mengalami KEK. Proporsi KEK lebih tinggi ditemukan pada remaja usia 10–12 tahun (60%) dan tingkat pendidikan SMP (53,3%). Remaja dengan asupan energi dan protein kurang cenderung memiliki status gizi KEK, meskipun sebagian besar tetap berada dalam kategori tidak KEK.
Kesimpulan : Sebagian besar asupan energi dan protein remaja putri di desa Sabdodadi tergolong kategori kurang, dan sebagian besar status gizi remaja putri kategori tidak KEK. Asupan energi, protein yang kurang memiliki kecenderungan proporsi kejadian KEK yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan asupan energi, protein baik.
Kata kunci : Asupan Energi, Asupan Protein, Status Gizi , Remaja Putri