HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN WAKTU PULIH SADAR PASIEN BEDAH SARAF DI RSUP Dr. SITANALA TANGERANG
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN WAKTU PULIH SADAR PASIEN BEDAH SARAF DI RSUP Dr. SITANALA TANGERANG
2025-05-22
en
Thesis
text
Latar Belakang : Waktu pulih sadar pasca anestesi umum pada pasien bedah saraf merupakan aspek kritis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT digunakan untuk menilai status gizi seseorang dan dapat memengaruhi metabolisme serta eliminasi obat anestesi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan waktu pulih sadar pasien bedah saraf. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 30 pasien bedah saraf yang menjalani anestesi umum di RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT dan observasi waktu pulih sadar dengan Aldrete Score, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Sebanyak 70% pasien mengalami pulih sadar cepat (≤15 menit), sedangkan 30% mengalami keterlambatan (>15 menit). Sebagian besar pasien dengan IMT obesitas (23,3%) mengalami waktu pulih sadar lambat (77,9%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,000, r=0,647) antara IMT dan waktu pulih sadar. Kesimpulan : Terdapat korelasi positif yang signifikan antara IMT danwaktu pulih sadar pasien bedah saraf. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan IMT dalam manajemen anestesi untuk meminimalkan risiko keterlambatan.