PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT (WARM TO GO®) TERHADAP TINGKAT NYERI TENGGOROKAN PASCA INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT)

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT (WARM TO GO®) TERHADAP TINGKAT NYERI TENGGOROKAN PASCA INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT)
2025-05-22
id
Thesis
text
Latar Belakang: Intubasi endotracheal tube (ETT) merupakan prosedur umum dalam tindakan anestesi umum, namun sering menyebabkan nyeri tenggorokan pasca operasi akibat cedera mukosa. Nyeri ini dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah terapi kompres hangat (warm to go®), dipilih karena praktis, ekonomis, dan efektif dalam meningkatkan aliran darah serta merelaksasi otot. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi kompres hangat (warm to go®) terhadap tingkat nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi endotracheal tube (ETT) di RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Pengukuran nyeri tenggorokan dilakukan sebelum dan sesudah (pre-test dan post-test) pada kelompok intervensi dan kontrol menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret dengan jumlah 62 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling, masing-masing pada kelompok intervensi dan kontrol 31 responden. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi kompres hangat (warm to go®) dengan nilai p=0,000 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan pengaruh signifikan p=0,083 (p<0,05). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p=0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi kompres hangat (warm to go®) terhadap tingkat nyeri tenggorokan pasca intubasi endotracheal tube (ETT) di RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Kata Kunci: nyeri tenggorokan, intubasi endotracheal tube, kompres hangat