UJI TINGKAT KEPEKATAN ASAP SUMBER TIDAK BERGERAK PADA CEROBONG ASAP DI PT SELO ADIKARTO

UJI TINGKAT KEPEKATAN ASAP SUMBER TIDAK BERGERAK PADA CEROBONG ASAP DI PT SELO ADIKARTO
2025-06-23
en
Thesis
text
Kualitas udara yang buruk menjadi masalah global yang berdampak pada kesehatan manusia dan perubahan iklim. Polusi udara, terutama dari sektor industri, merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Di Indonesia, pertumbuhan sektor industri meningkatkan risiko pencemaran udara, terutama dari emisi cerobong asap yang mengandung polutan berbahaya. PT. Selo Adikarto, sebagai industri pengolahan aspal, menjadi salah satu contoh industri yang berpotensi menghasilkan emisi melebihi ambang batas baku mutu. Oleh karena itu, pemantauan tingkat kepekatan asap atau opasitas dari cerobong asap menjadi penting untuk memastikan kualitas udara tetap terjaga serta mematuhi standar lingkungan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat emisi kepekatan asap sumber tidak bergerak pada cerobong asap di PT. Selo Adikarto dengan membandingkan hasil pengukuran kepekatan asap dengan baku mutu yang berlaku. Penelitian ini adalah pembacaan opasitas pada cerobong asap di PT. Selo Adikarto dengan skala ringelmann yang menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Hasil dari Penelitian ini dilakukan 5 hari pada pagi hari. Rata-rata level opasitas yang diperoleh hari pertama mencapai indikator 23,34% ; hari kedua 37,25 % ; hari ketiga 30,75% ; hari keempat 74,34% dan hari kelima 29,34%. Rata-rata level opasitas selama lima hari tidak memenuhi syarat baku mutu menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Ketel Uap yang Menggunakan Bahan Bakar Minyak sebesar 15% dan hari keempat adalah rata-rata level opasitas tertinggi Kata Kunci: udara, asap, opasitas, sumber tidak bergerak