“PENGARUH PEMBERIAN ANTIOKSIDAN JAHE MERAH TERHADAP TINGKAT PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA”
“PENGARUH PEMBERIAN ANTIOKSIDAN JAHE MERAH TERHADAP TINGKAT PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA”
2025-06-26
id
Thesis
text
Latar Belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta Sebanyak 52% wanita usia subur mengalami disminore sehingga dapat berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas. Penggunaan terapi farmakologis sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan efektif, seperti jahe merah yang diketahui memiliki kandungan antioksidan dan sifat antiinflamasi yang menekan produksi nitrit dan prostaglandin pada nyeri dismenore. Selain itu, pada etil-asetat dan nanopartikel yang ada pada jahe merah dapat menurunkan proinfalmasi pada tubuh.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian antioksidan jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri haid (dismenore) pada mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test post-test two group design. Sampel terdiri dari mahasiswi yang mengalami dismenore dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan rebusan jahe merah serta kompres hangat dan kelompok kontrol yang mendapatkan perlakuan kompres hangat. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan intensitas nyeri setelah pemberian jahe merah, dengan nilai p < 0,05. Kelompok yang menerima jahe merah mengalami rata-rata penurunan nyeri lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Pemberian antioksidan dari jahe merah efektif dalam menurunkan tingkat nyeri haid (dismenore) pada mahasiswi. Jahe merah dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diaplikasikan untuk penanganan dismenore.
Kata Kunci: Dismenore, Jahe Merah, Antioksidan, Nyeri Haid, Terapi Non-Farmakologis