FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS MINGGIR KABUPATEN SLEMAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS MINGGIR KABUPATEN SLEMAN
2025-06-30
en
Thesis
text
Latar Belakang: Stunting pada balita berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan produktivitas. Indonesia merupakan negara keempat penyumbang stunting terbanyak, identifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting diperlukan sebagai upaya pecegahan dan penanganan stunting. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Minggir, Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian analitik observasional, desain case control pada balita usia 24-59 bulan, di bulan Oktober 2024 hingga Mei 2025. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sebanyak 120. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data balita stunting program gizi. Analisa data meliputi univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Kecukupan asupan makanan (p=0,000) dan pola makan (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, sebaliknya pola asuh (p = 0,180), riwayat BBLR (p=0,161), riwayat ASI eksklusif (p=0,190) tidak menunjukan hubungan signifikan. Kecukupan asupan makanan merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting dengan odd ratio (OR) sebesar 81 (95% CI: 34,849-188,271). Kesimpulan: Kecukupan asupan makanan merupakan faktor paling dominan kejadian stunting (OR=81). Intervensi gizi yang memprioritaskan perbaikan asupan makanan terutama sumber energi menjadi kunci pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Minggir. Kata Kunci: Stunting, Balita, Faktor risiko, Puskesmas Minggir.