FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPILAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2025
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPILAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2025
2025-07-15
en
Thesis
text
Latar Belakang: Unmet need KB merupakan kondisi ketika pasangan usia subur ingin menunda atau menghentikan kehamilan namun tidak menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini berpotensi menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan serta berdampak pada kesehatan reproduksi dan kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian unmet need KB.
Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian unmet need pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 73 responden pasangan usia subur yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik.
Hasil: Analisis deskriptif menunjukkan sebagian besar responden berusia berisiko, berpendidikan menengah, memiliki paritas multipara, berpenghasilan di atas UMR, memiliki pengetahuan baik, persepsi positif, serta mendapat dukungan suami dan akses pelayanan KB yang dekat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel paritas (p=0,002), persepsi (p=0,012), dan dukungan suami (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian unmet need. Analisis multivariat menunjukkan bahwa paritas (OR=6,069; 95% CI=1,830–20,132) dan dukungan suami (OR=8,425; 95% CI=2,602–27,275) merupakan faktor yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian unmet need.
Kesimpulan: Paritas, persepsi, dan dukungan suami memiliki hubungan signifikan dengan kejadian unmet need KB berdasarkan analisis bivariat. Namun, pada tahap akhir analisis multivariat, hanya paritas dan dukungan suami yang terbukti berpengaruh secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan keterlibatan suami dan pemahaman pasangan usia subur tentang pentingnya pengaturan kehamilan guna menurunkan angka unmet need.
Kata kunci: Unmet need, pasangan usia subur, paritas, dukungan suami, persepsi, KB