PENGARUH PENGGUNAAN PENDINGIN TANAH LIAT (CLAY COOLER) DENGAN MEDIA GRAVEL LIMBAH INDUSTRI KERAMIK KASONGAN TERHADAP KEAWETAN BAHAN PANGAN
PENGARUH PENGGUNAAN PENDINGIN TANAH LIAT (CLAY COOLER) DENGAN MEDIA GRAVEL LIMBAH INDUSTRI KERAMIK KASONGAN TERHADAP KEAWETAN BAHAN PANGAN
2025-06-10
id
Thesis
text
Latar belakang : Ketahanan pangan merupakan isu global terutama di negara berkembang. Salah satu tantangannya adalah memperpanjang masa simpan hasil panen seperti sayuran dan buah-buahan untuk mengurangi kerugian pada pascapanen. Penyimpanan yang kurang tepat biasanya dapat mengakibatkan pembusukan yang lebih cepat sehingga diperlukan solusi yang efisien dan ramah lingkungan.
Tujuan : Mengetahui perbedaan keawetan bahan pangan yang disimpan dengan perlakuan clay cooler menggunakan media gravel limbah industri keramik dan yang tidak menggunakan media gravel.
Metode : Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan posttest – only control group design. Sampel terdiri dari 360 bahan pangan dengan 3 kali pengulangan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampel. Parameter yang diamati adalah warna, tekstur, aroma, dan penerimaan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai bahan pangan.
Hasil penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan clay cooler mampu mempertahankan keawetan bahan pangan yang ditunjukkan pada skor penerimaan pada kelompok perlakuan mampu menjaga keawetan bahan pangan bayam hingga hari ke-6, wortel dan tomat hingga hari ke-12. Berdasarkan analisis menggunakan regresi dan analisis lanjuta, clay cooler dengan media gravel mampu memperpanjang masa simpan wortel hingga 20 hari dan tomat hingga 14 hari.
Kesimpulan : Clay cooler dengan media gravel berpengaruh signifikan p < 0,05 pada kualitas fisik dan masa simpan bahan pangan bayam, wortel, dan tomat yang artinya kelompok perlakuan memiliki pengaruh yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol
Kata Kunci : Pendingin, Gerabah, Keawetan, Pangan