TINGKAT PENERIMAAN PEGAWAI TERHADAP PEMANFAATAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM DI BAPELKES KALASAN

TINGKAT PENERIMAAN PEGAWAI TERHADAP PEMANFAATAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM DI BAPELKES KALASAN
2025-07-04
id
Thesis
text
Latar Belakang : Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi dari air menggunakan media berpori. Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) adalah UPT di bawah Dinas Kesehatan DIY yang bertugas meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui peningkatan kompetensi dan pemenuhan kualifikasi peserta pelatihan. Setelah melakukan survei di Bapelkes Kalasan, Filter Multimedia telah terpasang dan memenuhi persyaratan kadar Fe, kekeruhan, dan E.Coli untuk air minum, namun pemanfaatannya dari instalasi pengolahan air minum tersebut belum efektif. Tujuan : Mengetahui tingkat penerimaan keberadaan instalasi pengolahan air minum pada pegawai di Bapelkes Kalasan. Metode : Jenis penelitian adalah menggunakan metode studi observasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dengan 30 responden dari pegawai Bapelkes Kalasan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil : Seluruh responden (100%) mengetahui keberadaan instalasi pengolahan air minum di Bapelkes Kalasan. Meskipun demikian, 54% responden menganggap proses pengolahan terlalu rumit untuk dipahami pegawai umum, dan 63% merasa instalasi tersebut belum lengkap. Menariknya, 100% responden belum pernah menggunakan air hasil pengolahan untuk minum sehari-hari di kantor, dikarenakan adanya kontaminan dan kualitas yang belum standar. Kesimpulan : Dengan adanya petugas sanitarian khusus yang dapat mengoperasikan atau mengelola instalasi pengolahan air minum di Bapelkes Kalasan. Kata Kunci : Tingkat Penerimaan, Pemanfaatan IPAM, Pegawai, Bapelkes Kalasan.